Tetirah ke Danau Linow

linow04a

Tak hanya Bunaken, Sulawesi Utara memiliki bentang alam nan menawan. Salah satu destinasi menarik yang dapat kita singgahi adalah Tomohon. Setelah satu jam berkendara dari Manado, kita dapat mencapai kota kecil yang berada di kaki Gunung Lokon ini. Kota Bunga, demikian Tomohon biasa disebut.

Saya tak bosan menatap panorama yang berada di kanan dan kiri jendela bus. Nun jauh di belakang perkampungan, tampak Gunung Lokon samar tertutup awan tipis. Sejajar dengan jalan raya yang saya lewati, berdiri rumah-rumah panggung dari kayu. Di antara rumah-rumah itu, terdapat petak-petak kebun yang dijejali berbagai macam bunga, baik jenis maupun warnanya.

Jika Amerika Serikat punya festival bunga Rose Parade di Pasadena, Indonesia patut berbangga dengan Tomohon International Flower Festival. Dalam festival yang digelar sejak 2008 ini pengunjung dapat menikmati atraksi berupa karnaval kendaraan yang dihias dengan bunga hasil budidaya para petani lokal. Kombinasi tanah yang subur dan hawa sejuk membuat beragam varietas bunga tumbuh subur di Tomohon.

Bus yang saya tumpangi menikung tajam lalu menanjak mengikuti kontur jalanan. Tibalah saya di Danau Linow. Dengan deretan pohon pinus di tepiannya dan sisa kabut yang mengambang rendah, danau ini tampak begitu mistis. Air danau berwarna hijau toska akibat kandungan mineral yang tinggi. Di lain waktu, air danau bisa berwarna biru atau kuning kecoklatan. Kata Linow sendiri berasal dari bahasa Minahasa lilinowan yang berarti tempat berkumpulnya air.

Tak jauh dari danau tampak asap putih keluar dari tanah. Itulah yang disebut fumarol, lubang yang mengeluarkan uap air dan gas-gas panas bumi secara alami. Tomohon diberkahi alam yang tak hanya indah, tetapi juga kaya sumber daya alam. Fumarol yang ada di sekitar Danau Linow merupakan penanda bahwa daerah ini memiliki potensi energi panas bumi. Selain fumarol, energi panas bumi ini muncul ke permukaan dalam bentuk mata air panas dan kolam lumpur. Namun, saya sangat tidak menyarankan untuk berendam atau berendam di danau ini, apalagi di area yang dekat dengan fumarol. Kadar mineral yang tinggi dan suhu air yang panas dapat berakibat fatal pada tubuh.

Danau Linow menyimpan beragam keunikan. Danau ini menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna endemik. Hutan pinus yang mengelilingi danau menjadi rumah yang nyaman bagi makhluk-makhluk seperti burung madu sriganti, burung kentul perak, dan burung pecuk ular asia. Saat berada di tepian danau, saya menjumpai kawanan itik liar yang sedang berburu ikan.

Ada sebuah resto berkonsep minimalis di salah satu sisi danau. Menjelang siang, saya memutuskan rehat sembari mengisi perut di resto ini. Pilihan hidangan cukup beragam, mulai dari minuman tradisional, jajanan lokal, hingga makanan utama. Saya memesan secangkir kopi Minahasa dan sepiring pisang goroho, kudapan dengan citarasa gurih asin. Pisang goroho terbuat dari pisang yang digoreng tanpa tepung, biasanya dilengkapi sambal ikan roa. Saya memilih tempat di sudut balkon untuk menikmati sajian itu sehingga bisa leluasa melihat lanskap Danau Linow.

Untuk hidangan utama, saya memesan ikan bakar khas Manado. Ikan dibakar dengan bumbu minimalis sehingga tidak menghilangkan rasa asli daging ikan yang manis dan gurih. Sambal dabu-dabu dan tumis kangkung menjadi hidangan pendamping yang membuat santap siap lebih nikmat.

Danau Linow menjadi pilihan bagi masyarakat Tomohon atau kota-kota di sekitarnya seperti Manado untuk berakhir pekan. Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga atau kolega. Menurut mereka, pemandangan Danau Linow yang memanjakan mata dan udaranya yang sejuk dapat menjadi pemulih letih setelah sibuk beraktivitas pada hari kerja. Dengan bertetirah ke Danau Linow, mereka memiliki quality time dengan orang-orang terkasih.

Saya pun merasakan hal serupa. Setelah singgah di Danau Linow dan mengabadikan keindahannya melalui lensa kamera, saya kembali ke ibukota dengan semangat yang terisi kembali dan badan yang lebih bugar.

linow011

Seorang penggemar sego pecel yang hobi jalan-jalan dan berbagi kisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *