Terimakasih Akademi Berbagi [Salatiga]

Saya pertama kali mendengar tentang Akademi Berbagi dari seorang teman. Tertarik dengan konsep belajar mengajar serta metode berbagi ilmunya, saya mencoba untuk mengikuti kelas yang diadakan di Jakarta. Namun karena kurang gesit dalam mencari informasi dan mengikuti update via social media, saya belum pernah mendapat kesempatan mengikuti kelas Akademi Berbagi di Jakarta. Ternyata antusiasme murid di sini sangat tinggi sehingga lumayan susah untuk mendapat kesempatan ikut.

Beberapa bulan berselang, saya dihubungi oleh Akademi Berbagi Salatiga. Adalah Lathifa, salah seorang relawan Akber Salatiga, yang menanyakan kesediaan saya untuk menjadi pembicara. Jujur, saya lumayan kaget. Lha wong menjadi murid Akademi Berbagi saja saya belum pernah, ini malah langsung ditawari menjadi gurunya. Saya merasa belum memiliki cukup ilmu yang bisa diajarkan kepada orang lain.

Saya diminta untuk menjadi guru dalam kelas travel writing. Mungkin tulisan-tulisan yang saya posting di blog membuat rekan-rekan di Akber Salatiga memutuskan mengajak saya gabung sebagai salah satu pengajar. Skill menulis saya sebetulnya biasa saja. Dulu ketika SMA saya memang rutin menulis untuk diikutkan dalam beberapa kompetisi. Namun itu untuk tulisan ilmiah yang serius dan cenderung kaku. Masuk dunia kuliah dan dunia kerja, saya total berhenti menulis. Berbekal hobi jalan-jalan dan memotret, pertengahan tahun ini saya mencoba untuk mulai menulis kembali.

Singkat kata, akhirnya saya memberanikan diri menyanggupi tawaran Akademi Berbagi Salatiga untuk mengisi kelas travel writing. Di sela kesibukan kantor saya curi-curi waktu menyiapkan materi presentasi. Riset kecil-kecilan mengenai travel writing saya lakukan untuk mengoptimalkan materi yang akan saya sampaikan di kelas. Saya tambahkan pula beberapa stok foto hasil hunting saat jalan.

Jadilah siang itu, Sabtu 14 September 2013, saya berada di salah satu ruangan di Perpustakaan Daerah Kota Salatiga yang lumayan cozy dan representatif. Namanya baru pertama kali mengajar di depan publik, saya sempat gugup dan bingung mau ngomong apa. Untuk menutupnya, saya mengawali kelas dengan memutarkan video keren berjudul Homeland yang saya unduh dari travel web Hifatlobrain. Situs ini adalah referensi yang bagus untuk belajar mengenai travel writing.

Antusiasme murid yang hadir dan dukungan maksimal dari rekan-rekan relawan Akber Salatiga membuat saya nyaman dan percaya diri untuk menyampaikan materi selanjutnya. Mulailah saya ndagel ngalor ngidul bicara tentang travel writing dan berbagi pengalaman jalan-jalan. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan membuat diskusi semakin seru.

Memang benar apa kata salah satu dosen di kampus saya dulu. Ilmu tidak akan pernah bisa berkembang dan memberikan manfaat sebelum kamu mengajarkan ilmu itu kepada orang lain. Saya belajar banyak dari konsep berbagi ilmu yang digagas Akademi Berbagi. Apresiasi tinggi saya berikan kepada Mas Danny, Mbak Nenny, dan rekan-rekan Akber Salatiga yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengajar di kelas.

Kesempatan menjadi guru di Akademi Berbagi Salatiga membuat saya semakin termotivasi untuk terus menulis. Saya menjadi rutin mengisi rubrik referensi wisata di majalah yang diterbitkan kantor  tempat saya bekerja. Saya juga memberanikan diri untuk kembali aktif dalam kompetisi penulisan. Semangat yang ditularkan Akademi Berbagi begitu nyata saya rasakan.

Untuk kota kecil seperti Salatiga, kegiatan seperti Akademi Berbagi adalah sesuatu yang menjanjikan. Kegiatan seperti ini bisa menjadi perekat komunitas dan media untuk mengembangkan diri dengan cara yang menyenangkan. Materi-materi yang pernah disajikan di beberapa kelas sangat menarik.  Materi strategi marketing suatu produk, stand up comedy, hingga tips menjadi backpacker adalah sesuatu yang sayang dilewatkan.

Memang, untuk menggerakkan anak-anak muda di Salatiga untuk aktif di kegiatan positif pasti membutuhkan upaya lebih. Beberapa kelas yang lumayan sepi meskipun materi dan pengajarnya sangat menarik perlu perhatian lebih dari rekan-rekan relawan. Strategi publikasi kegiatan melalui media sosial mungkin perlu diperkuat dengan komunikasi informal ke komunitas-komunitas yang ada di kota ini. Kelas bisa juga digabung dengan suatu event lain yang tentunya relevan dengan tujuan besar Akademi Berbagi

Minggu ini genap setahun Akber Salatiga eksis berkegiatan dan berbagi cerita. Sudah banyak kelas yang dihelat. Sudah banyak pula ilmu yang diajarkan. Terima kasih banyak atas beragam manfaat yang diberikan. Kelas-kelas berikutnya adalah kelas-kelas di mana Akademi Berbagi Salatiga tumbuh menjadi inspirasi yang dapat memotivasi mereka yang terlibat di dalamnya. Yes we can!

 

PS : Akademi Berbagi digagas oleh Mbak Ainun Chomsun yang lahir dan tumbuh di Salatiga. Simak celoteh beliau di @pasarsapi. Pantau terus Akademi Berbagi melalui @akademiberbagi. Khusus untuk Salatiga, pantau terus di @AkberSalatiga.

Seorang penggemar sego pecel yang hobi jalan-jalan dan berbagi kisah

2 Comments

  1. Asal, mas Adhi tahu, kelas travel writing yang mas bawakan saat itu merupakan kelas dengan kehadiran para peserta Akber Salatiga terbanyak. Saya yang saat itu masih menggawangi sosmed Akber Salatiga cukup terkejut dan merasa senang sekali karena animo dan antusiasme masyarakat begitu tinggi.

    Terima kasih sudah datang. Jangan kapok datang ke Akber Salatiga.

    Salam hangat,

    Erwin Santoso

    • halo mas erwin

      wah, senang sekali pas itu acaranya lancar. pertanyaan dari temen-temen peserta juga seru-seru. moga-moga bisa memberi manfaat buat semua, jadi semangat buat mendokumentasikan perjalanan. he5. sip sip. kalau pas aku mudik pas ada kelas akber, ntar aku sempatkan datang. terimakasih banyak sudah diberi kesempatan buat ikutan jadi pengajar akber :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *