Tentang Pariwisata Jakarta [Adv]

Kawasan Kota Tua di malam hari

Hampir tujuh tahun tinggal di Jakarta ternyata tidak membuat saya benar-benar paham destinasi wisata yang ada di sana. Jika ditanya objek wisata apa yang menarik, jawaban saya tidak jauh dari objek mainstream seperti Monas, Dufan, atau TMII. Jakarta juga masih lekat sebagai kota wisata belanja dengan banyak mall atau ITC yang menyediakan beragam produk jualan. Sebagai pusat bisnis tanah air, wisata belanja memang masih menjadi pilihan utama bagi para pelancong yang kebetulan sedang ada perjalanan bisnis ke Jakarta.

Jika kita cermati, sebetulnya ada beberapa destinasi wisata alternatif di luar tujuan mainstream yang cukup menarik didatangi. Wisata sejarah misalnya. Ada banyak tempat yang menyimpan jejak sejarah. Sebut saja kompleks Kota Tua dengan beberapa museum yang ada di sana. Tak kurang dari museum keren sekelas Museum Fatahillah, Museum Wayang, atau Museum Bank Indonesia ada di sana. Sebetulnya ada banyak kisah yang bisa dipelajari di sana. Namun, harus diakui bahwa wisata sejarah belum menjadi sesuatu yang seksi bagi sebagian besar orang.

Bagi pemburu kuliner enak, Jakarta bisa memanjakan lidah dan memenuhi ekspektasi Anda. Selepas senja, coba saja datangi kawasan pusat jajanan seperti Pecenongan, Jalan Sabang, sepanjang Cikini, atau Kemang. Bersantai sejenak bersama rekan kantor atau teman nongkrong di sana bisa sedikit meredam ritme kesibukan ala Jakarta yang kadang membuat kita mudah stres. Kalau ada waktu senggang, coba mampir ke Gang Gloria di daerah Glodok. Kawasan pecinan itu menyimpan deretan warung yang sudah berdiri sejak jaman kolonial. Ada banyak jajanan legendaris di sana.
Beberapa tahun belakangan ini, mulai booming wisata bahari di Jakarta. Kepulauan Seribu menjadi tujuan favorit para pelarian dari Jakarta yang ingin mencari ketenangan dan suasana lain di akhir pekan. Sekarang tidak hanya Pulau Pramuka saja yang ramai dikunjungi. Pulau-pulau destinasi baru seperti Pulau Tidung atau Pulau Pari juga menjadi tujuan favorit para pelancong.

Ada bermacam cara untuk mengembangkan dunia wisata di Jakarta. Lomba penulisan blog adalah salah satunya. Banyak hal baru dan cerita seru tentang Kepulauan Seribu yang bisa kita tahu dari tulisan-tulisan dalam lomba blog yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DKI dan portal VIVA.co.id akhir Agustus lalu. Menulis dan membaca blog adalah dua hal yang saling melengkapi. Dengan menulis kita berbagi informasi tentang destinasi atau cerita unik suatu tempat. Dengan membaca kita belajar melihat dari berbagai sudut pandang. Maka menggiatkan citizen journalism seperti penulisan blog adalah metode yang lumayan efektif untuk memajukan wisata suatu daerah. Berbeda dengan brosur wisata, informasi yang disajikan dalam blog biasanya lebih jujur dan objektif dalam mengulas suatu destinasi.

Lomba Blog Keindahan Kepulauan Seribu

Secara khusus saya menyampaikan terimakasih kepada Dinas Pariwisata DKI dan portal VIVA.co.id yang telah membuka kesempatan lomba penulisan blog dengan tema wisata. Tema yang memang sedang menjadi tren penulisan saat ini. Sebagai pemula yang baru mengenal dunia penulisan blog, kesempatan seperti ini adalah media pembelajaran yang sangat baik bagi saya. Dengan semakin banyak blogger yang menulis tentang wisata Jakarta, akan berdampak positif bagi kemajuan wisata di Jakarta. Kemajuan yang tentu akan berdampak positif juga bagi pengembangan dunia wisata di Indonesia secara keseluruhan.

PS : Tulisan tentang Kepulauan Seribu dapat dibaca di sini dan di sini

Seorang penggemar sego pecel yang hobi jalan-jalan dan berbagi kisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *