Tenggelam dalam Pesona Bawah Laut Raja Ampat

Jika para pendaki gunung memiliki Puncak Everest sebagai kiblat, maka para penyelam memilih Raja Ampat sebagai destinasi suci yang harus dikunjungi. Kekayaan bawah laut Raja Ampat sudah diakui dunia. Tidak sedikit diver mancanegara yang mau bersusah payah datang jauh-jauh ke sini untuk menyelami keindahan bawah laut Raja Ampat. Tak kurang seorang ahli sekelas Gerry Allen pun berujar : “Inilah surga penyelaman dan laboratorium eksplorasi biota laut”

Menyelam adalah aktivitas wajib di Raja Ampat. Namun, diving license yang tak kunjung jadi dan keterbatasan budget membuat saya harus menunda keinginan itu. Saya bertekad suatu saat akan datang lagi ke sini untuk membuktikan ucapan Gerry dengan menyelam. Kali ini, cukuplah snorkeling menjadi cara memuaskan keinginan itu. Saya sengaja membawa sendiri google, snorkel, dan fin jauh-jauh dari Jakarta demi menyaksikan keindahan bawah laut Raja Ampat.

Setelah makan siang hari pertama di homestay, Pak Hengky mengajak kami berperahu. Tujuan kami adalah pulau kecil bernama Friwen Mondai. Saat mulai merapat ke pulau, dari atas perahu dasar laut sudah terlihat jelas. Segera kami mengenakan perlengkapan snorkeling. Tanpa buang waktu kami segera menceburkan diri.

Hamparan koral langsung tersaji di depan kami. Beragam bentuk terumbu karang tumbuh di sana sini. Semua dalam kondisi sehat dan utuh. Hal seperti inilah yang susah didapat di spot snorkeling di tempat lain. Ikan-ikan berseliweran dalam jumlah yang sangat banyak. Saya sampai bingung mau memotret kelompok yang mana.

Kontur bawah laut sekitar Friwen Mondai memungkinkan kami untuk menyaksikan variasi bentuk terumbu karang. Dasar laut yang dekat dengan pulau memiliki kedalaman sekitar 3 hingga 4 meter. Tak jauh dari situ, langsung beralih menjadi slope atau tebing dengan kedalaman belasan meter. Beragam karang lunak dengan aneka warna tumbuh dengan posisi vertikal. Sinar mentari yang menembus ke dalam air memancar menjadi berkas-berkas ray of light.

Friwen Mondai merupakan salah satu spot diving kelas premium di Raja Ampat. Cerita seorang teman yang pernah menyelam di sini, saking banyaknya diver yang nyebur kadang lokasi di Friwen Mondai mendadak menjadi seperti pasar bawah air. Ramai dan semarak. Beruntung kami datang saat tidak ada pengunjung lain. Bawah laut Friwen Mondai menjadi serasa milik pribadi. Saking terpesonanya kami dengan tempat ini, di hari-hari berikutnya kami menyempatkan kembali snorkeling di Friwen Mondai. Kami mencoba jam yang berbeda. Jika sebelumnya kami snorkeling siang hari, berikutnya kami mencoba snorkeling di pagi hari dan sore hari. Perbedaan arah datang sinar matahari ternyata membuat koral memantulkan nuansa warna yang berbeda pula.

Koral di halaman depan Friwen Mondai

Masih di lokasi yang sama

Selain Friwen Mondai, pesona bawah laut Raja Ampat dapat juga dijelajahi di sekitar Mioskon, Cape Kri, Kabui, dan tentu saja Wayag. Biasanya wisatawan menyewa kapal phinisi untuk digunakan dalam pelayaran live on board berhari-hari ke beberapa destinasi tadi.

National Geographic menempatkan Raja Ampat dalam daftar 20 destinasi wisata terbaik dunia. Tiga perempat jenis terumbu karang dunia tumbuh di sini. Keanekaragaman terumbu karang ini membuat Raja Ampat menjadi kawasan maritim yang kaya kehidupan. Sebuah NGO internasional mencatat, Raja Ampat memiliki terumbu karang dan jenis ikan terbanyak di dunia. Tak kurang dari 1.309 spesies ikan, 537 spesies terumbu karang, dan 699 spesies moluskan hidup sehat di kawasan ini. Topografi bawah laut Raja Ampat berbentuk hamparan terumbu karang dangkal, wall, slope, dan ada beberapa gua bawah laut.

Di dekat Manta Point, kami dapat menjumpai beragam bentuk terumbu karang berada dalam satu lokasi. Dari karang berbentuk meja, bunga mawar, hingga otak kami temukan dalam area yang sama. Kondisi ini membuat ikan-ikan yang hidup di sekitarnya juga menjadi lebih beragam.

Hari-hari penjelajahan berikutnya kami semakin terpukau dengan kehidupan bawah laut Raja Ampat. Clown fish atau si ikan badut lucu yang menjadi karakter utama di film Finding Nemo kami jumpai di balik anemon berwarna ungu menyala. Sesekali saya membenamkan diri untuk mengikuti sepasang ikan ekor kuning demi mendapatkan gambar yang bagus. Saya juga pernah terjebak di gerombolan jellyfish atau ubur-ubur. Alih-alih menyengat, mereka malah mengapung di dekat permukaan air sehingga saat dipotret membentuk refleksi simetris. Banyak sekali jenis ikan yang tidak kami ketahui apa namanya. Yang kami tahu, mereka menarik dan mempesona.

Finding Nemo

Can you count them?

Jellyfish kembar siam

Ada satu spesies endemik yang membuat Raja Ampat semakin dikenal di dunia. Makhluk ini bernama Wobbegong (Orectolobus leptolineatus)atau disebut juga carpet shark. Salah satu jenis hiu ini berbentuk pipih melebar yang bergerak seperti berjalan di dasar lautan. Sewaktu di Friwen kami sempat melihat makhluk dengan ciri-ciri yang mirip Wobbegong. Dia bergerak perlahan di dasar laut. Namun kami tidak berada cukup dekat dengannya untuk memastikan apakah dia memang si hiu karpet atau bukan.

Arus di perairan Raja Ampat relatif kuat. Saat turun untuk menyelam atau sekedar snorkeling, sebaiknya wisatawan dipandu oleh warga lokal yang lebih paham mengenai karakter perairan di sana. Beberapa kali kami snorkeling dengan diikuti perahu untuk antisipasi jika kami terseret arus. Meskipun berarus kuat, terumbu karang di Raja Ampat bisa tetap dijelajahi dengan kedalaman yang tidak terlalu ekstrim. Koral di kedalaman 3 meter pun sudah sangat bagus. Kami tetap dapat melihat pesonanya tanpa perlu menyelam. Cukup dengan snorkeling. Praktis dan ekonomis.

Belakangan ini saya mendua. Aktivitas mendaki gunung yang biasanya rutin saya lakukan sejak SMA mulai jarang saya lakukan. Satu tahun terakhir ini saya lebih sering memilih destinasi laut dengan beragam pesona alam bawah airnya. Rupanya saya menemukan tambatan hati baru : underwater activities. Dan Raja Ampat menjadi pengukuhan bahwa saya sudah berpaling.

Sembunyi di balik anemon

Di antara tiang-tiang dermaga Sawingrai

Free dive

Tebing di pelataran Friwen Mondai

Seorang penggemar sego pecel yang hobi jalan-jalan dan berbagi kisah

2 Comments

  1. luar biasa.. :)

    • terimakasih sudah mampir, Mas Farchan. mohon bimbingan..he5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *