• Danau Segara Anak, Gunung Rinjani
  • Para penunggung kuda dari Tengger
  • Aktivitas di Tambang Batu Hijau
  • Garis pantai Pulau Lombok

Adhi Kurniawan

bro08

Sang Hyang Dewata penguasa kawah Bromo murka. Joko Seger dan Roro Anteng mengingkari ucapannya. Jaya Kusuma, si anak bungsu dari pasangan pasangan itu yang dijanjikan akan dipersembahkan kepada sang dewa tak juga diberikan. Kawah Bromo bergejolak. Lava pijar menggelegak dari dasar kawah. Lalu tiba-tiba lava berubah menjadi lidah api yang merenggut tubuh Jaya Kusuma saat hendak diselamatkan oleh ayah ibunya. Lamat-lamat terdengar permintaan terakhir si bungsu. Dia meminta agar setiap bulan Kasada pada pergantian malam ke-14 dan 15, keluarganya mengadakan ritual upacara dan melemparkan sesaji ke kawah Bromo untuk mengenang dirinya. Kini, masyarakat Tengger yang… Read Article →

lpg08

Semerbak aroma robusta menyeruak begitu saya memasuki kedai itu. Sepotong relief peta Indonesia terpasang di dinding. Tepat di bawahnya, berjajar toples-toples kaca berisi biji-biji kopi pilihan dari penjuru nusantara. Di belakang meja bar, seorang barista dengan terampil menyiapkan secangkir espresso pesanan pelanggan. Suara mesin roasting yang baru saja dinyalakan semakin memanjakan indera untuk menyimak lebih dalam kisah tentang kopi di sana. “Kakek saya dulunya adalah pengepul kopi di Talang Padang, sebuah daerah di Lampung Selatan. Lalu, usaha itu dilanjutkan oleh ayah saya. Saat masih berusia 14 tahun, ayah sudah mulai berdagang kopi. Dia membawa uang… Read Article →

Bagi sebagian orang, barangkali Lampung bukan destinasi wisata favorit layaknya Bali, Lombok, atau Yogyakarta. Begitu pula dengan saya yang hanya bisa menyebutkan Way Kambas jika ditanya apa saja tempat plesir di Lampung. Namun, rupanya provinsi yang terletak di ujung selatan Sumatera ini menyimpan banyak cerita dan pesona. Pada tahun 1905, Lampung menjadi daerah tujuan transmigrasi pertama dalam sejarah Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda memindahkan penduduk dari daerah Bagelen, Jawa Tengah menuju daerah yang bernama Gedong Tataan. Mereka membuka lahan perkebunan sekaligus membangun jaringan jalan. Sejak saat itu, gelombang transmigrasi dari Jawa terus berdatangan menuju daerah lain… Read Article →

Ada banyak cara untuk menikmati lanskap kawasan Puncak, Bogor. Dari yang sederhana saja hingga sesuatu yang tak biasa. Melayang bebas di ketinggian lebih dari 1.500 kaki dengan hanya menyandarkan keselamatan pada beberapa utas tali dan seperangkat parasut adalah sesuatu yang layak dicoba. Setelah menempuh perjalanan hampir 4 jam dari Jakarta, siang itu saya tiba di perkebunan teh Gunung Mas. Di salah satu bagian perkebunan tersebut dibangun kompleks agrowisata yang menawarkan beragam aktivitas luar ruang. Salah satu kegiatan yang membuat saya penasaran adalah paralayang. Olahraga dirgantara ini dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi atraksi yang diminati… Read Article →

tbr04

Pertengahan April 1815, letusan Gunung Tambora di ujung Sumbawa mengguncang dunia. Tak hanya di Nusantara, efek letusan tersebut juga terasa hingga Eropa bahkan Amerika. Letusan itu mengakibatkan perubahan iklim, suhu, dan cuaca di seluruh dunia. Bumi mengalami tahun tanpa musim panas. Material vulkanik yang dikeluarkan Tambora menyebabkan penurunan temperatur global selama beberapa tahun pascaletusan. Kini hampir dua abad berlalu. Tambora tertidur panjang. Kami mendaki hingga ke puncak kaldera Tambora untuk menyimak apa yang tersisa dari letusan terbesar dalam sejarah modern itu. Minibus renta yang kami tumpangi berjalan terseok-seok. Tampaknya penumpang dan barang muatan yang diangkut… Read Article →

krj02

Teks dan foto oleh Adhi Kurniawan Beberapa anak buah kapal KM Siginjai masuk ke kabin penumpang dengan tergesa. Mereka berjibaku menutup jendela yang dihempas angin dari arah kiri kapal. Bagian dalam kabin tempias oleh air hujan yang turun dengan deras. Nakhoda sepertinya melambatkan laju kapal yang mulai oleng digoyang ombak besar. Saya merapal doa dalam hati, semoga kami diberi keselamatan dalam penyeberangan enam jam dari Jepara ini. Waktu seperti berjalan lambat hingga petugas mengumumkan bahwa kapal akan segera merapat ke dermaga Karimunjawa. Saya menghela napas. Lega sekaligus antusias. Sebentar lagi saya akan kembali menjejakkan kaki… Read Article →

Scroll To Top