Menengok Pengolahan Batuan Tambang hingga Menjadi Konsentrat

Pertambangan adalah suatu proses yang panjang dan memerlukan banyak upaya. Material yang digali dari perut bumi harus melalui proses panjang hingga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis. Tahap pengolahan bijih tambang merupakan bagian krusial dari keseluruhan proses dalam pertambangan. Tak jarang, tahap pengolahan yang salah akan menimbulkan dampak negatif yang berbahaya bagi manusia maupun lingkungan. Metode pengolahan yang tepat dapat meminimalisasi risiko terjadinya pencemaran sekaligus menghasilkan produk tambang dengan kualitas prima.

cover03

Untuk memperoleh gambaran mengenai proses pengolahan bijih atau ore di PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), para peserta bootcamp diberi kesempatan menengok langsung pabrik pengolahan di tambang Batu Hijau. Di salah satu bangunan pabrik kami menyimak pemaparan terkait proses pengolahan bijih. Pemaparan itu disampaikan oleh Budi Setiawan, seorang senior metalurgist yang berperan atas proses pengolahan tersebut.

Area pabrik terhubung dengan over land conveyor dari area crusher. Bijih yang sudah dihaluskan oleh crusher siap diolah di pabrik. Pada dasarnya, proses pengolahan bertujuan memisahkan mineral yang bernilai ekonomis dari batuan lalu mengolahnya menjadi konsentrat. Beragam jenis mesin pengolahan dan tempat penampungan material ada di pabrik ini.

Metode pengolahan bijih di tambang Batu Hijau menggunakan proses fisika, bukan proses kimia yang melibatkan bahan berbahaya seperti arsenik atau merkuri. Proses pengolahan dimulai dengan tahap pengecilan ukuran bijih. Bijih ditumbuk menggunakan mesin yang disebut Semi Autogeneous (SAG) Mill. Selanjutnya, material digerus dengan Ball Mill hingga menjadi ukuran 250 mikron yang disebut rougher feed.

Seorang peserta bootcamp berada di depan Ball Mill

Seorang peserta bootcamp berada di depan Ball Mill

Tahap berikutnya adalah tahap flotasi atau pengapungan. Partikel halus yang keluar dari Ball Mill dipompa ke seperangkat tangki siklon untuk memisahkan mineral dengan materi yang tidak bernilai ekonomis. Proses pemisahan tersebut menggunakan reagen, yaitu suatu pereaksi untuk memodifikasi sifat permukaan suatu zat. Partikel yang semula bersifat menolak udara (aerofobik) diubah menjadi mengikat udara (aerofili). Ada dua jenis reagen yang digunakan dalam proses flotasi ini. Jenis pertama akan mengikat mineral berharga, sedangkan jenis kedua, yaitu frother, akan menghasilkan gelembung udara selama proses pengadukan partikel. Gelembung udara yang naik ke permukaan bak penampungan diselimuti oleh mineral berharga yang berbentuk seperti pasir. Lapisan yang terapung inilah yang dibawa ke proses selajutnya untuk dijadikan konsentrat. Sementara material yang mengendap di bagian bawah adalah material yang tidak lagi memiliki kandungan mineral berharga. Material tersebut dikenal dengan istilah tailing.

Secara sederhana, input atau masukan dari proses pengolahan ini adalah bijih dari kegitan pertambangan. Sementara output atau keluaran yang dihasilkan ada dua, yaitu konsentrat dan tailing. Tidak ada perubahan sifat kimia pada partikel bijih yang telah dipisahkan menjadi partikel konsentrat dan partikel tailing yang diakibatkan oleh proses pengolahan di pabrik. Reagen yang digunakan dalam proses flotasi telah lulus toxity test oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bijih, konsentrat, dan tailing pada dasarnya memiliki sifat yang sama. Perbedaannya adalah pada komposisi mineral berharga yang terkandung di dalamnya.

Mesin-mesin yang digunakan dalam tahap flotasi

Mesin-mesin yang digunakan dalam tahap flotasi

Konsentrat yang telah melalui tahap flotasi selanjutnya memasuki tahap dewatering. Dalam proses sebelumnya, pabrik pengolahan memanfaatkan air laut sebagai bahan pembantu saat proses flotasi. Air laut dipilih karena ketersediaannya melimpah dan dapat didaur ulang untuk digunakan dalam proses lainnya di area tambang Batu Hijau. Berikutnya, konsentrat dikirim ke tangki penghilangan kadar garam. Air laut yang dimanfaatkan dalam pengolahan konsentrat akan dialirkan keluar dan konsentrat dikentalkan dengan cara mengalirkan air tawar secara berlawanan. Dengan cara ini, konsentrat akan mengendap di dasar tangki dan siap dibawa ke proses filtrasi.

Proses pengolahan di pabrik berlangsung secara simultan selama 24 jam setiap harinya. Mesin-mesin beroperasi dengan tingkat ketelitian tinggi. Terdapat control room yang berfungsi memantau kinerja mesin-mesin tersebut serta melakukan berbagai penyesuaian setelan mesin apabila dibutuhkan. Beberapa orang karyawan ditempatkan di ruangan tersebut untuk memastikan proses pengolahan berjalan dengan baik. Selama 24 jam sehari secara bergiliran mereka memantau operasional pabrik melalui layar komputer yang terpasang di control room.

Diagram proses pengolahan material di tambang Batu Hijau (sumber: PT Newmont Nusa Tenggara)

Diagram proses pengolahan material di tambang Batu Hijau (sumber: PT Newmont Nusa Tenggara)

Menurut penuturan Pak Budi, kendala yang biasa dihadapi di pabrik pengolahan adalah pasokan bahan baku berupa bijih dari bagian mining yang fluktuatif. Ada kalanya produksi bijih tidak mencapai target yang dibutuhkan pabrik pengolahan. Ada pula jenis bijih yang tingkat kekerasannya melebihi rata-rata sehingga memerlukan waktu pengolahan yang lebih lama. Setiap hari pabrik mengolah sekitar 100.000 hingga 140.000 ton bijih. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 2%-4% saja yang bisa diolah menjadi konsentrat.

Konsentrat dari pabrik pengolahan lantas dialirkan melalui pipa menuju pabrik filtrasi yang ada di kawasan Pelabuhan Benete. Konsentrat tersebut masih berbentuk seperti bubur dengan kadar air sekitar 30% sehingga bisa dipompa melalui pipa. Di pabrik pengeringan kami menyimak penjelasan Pak Jalengkap mengenai proses pengurangan kadar air dalam konsentrat. Konsentrat ditempatkan dalam suatu bejana yang disaring dengan membran lalu ditiup dengan udara bertekanan hingga mendapatkan kadar air yang diinginkan. Idealnya, kadar air dalam konsentrat adalah 9% sehingga aman untuk diangkut menggunakan kapal.

Produk akhir dari PT NNT adalah berupa konsentrat. Dalam satu hari rata-rata dihasilkan sekitar 2.000 hingga 4.000 ton konsentrat. Kandungan tembaga dalam konsentrat tersebut adalah 25%-30%. Sementara kandungan perak dan emasnya adalah sekitar 30-50 ppm dan 20-40 ppm (part per million). Itu artinya, dalam setiap ton konsentrat terdapat 3-5 gram perak dan 2-4 gram emas.

Gudang konsentrat, tempat di mana produk akhir ini disimpan

Gudang konsentrat, tempat di mana produk akhir ini disimpan

Konsentrat yang telah diproses di pabrik filtrasi diangkut dengan conveyor belt menuju gudang penyimpanan yang berada tepat di tepi dermaga. Saat kami berkunjung ke gudang, sedang ada proses pemuatan konsentrat dari gudang ke kapal. Konsentrat tersebut akan dikirim ke Jepang. Pada titik inilah terjadi transaksi antara PT NNT dengan pembeli. Selain ke Jepang, produk juga dikirim ke Filipina, Jerman, Korea, dan India. Untuk pengolahan dalam negeri, konsentrat dikirim ke smelter di Gresik. Di smelter itulah konsentrat mengalami proses pemurnian atau pemisahan hingga dihasilkan logam berharga seperti tembaga, emas, dan perak.

Melalui salah satu kegiatan bootcamp yang bertema Process Experience itu kami jadi tahu bahwa diperlukan proses yang panjang untuk mengolah batuan tambang menjadi produk yang bernilai ekonomis. Proses tersebut membutuhkan penguasaan teknologi dan ketelitian tinggi untuk menjaga agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Proses yang dijalankan secara optimal akan menghasilkan produk akhir dengan kualitas tinggi.

(AK)

Para pekerja tambang sedang beraktivitas di pabrik pengolahan

Para pekerja tambang sedang beraktivitas di pabrik pengolahan

Proses flotasi, partikel yang mengandung mineral berharga akan terapung

Proses flotasi, partikel yang mengandung mineral berharga akan terapung

Kunjungan peserta bootcamp di pabrik pengolahan

Kunjungan peserta bootcamp di pabrik pengolahan

Menyimak penjelasan seorang senior metalurgist

Menyimak penjelasan seorang senior metalurgist

Aktivitas di control room

Aktivitas di control room

Seorang karyawan menunjukkan hasil akhir berupa konsentrat

Seorang karyawan menunjukkan hasil akhir berupa konsentrat

Situasi di sekitar pabrik filtrasi dan gudang penyimpanan

Situasi di sekitar pabrik filtrasi dan gudang penyimpanan

7 Comments

  1. Gw dah lupa pelajaran fisika dan kimia jaman SMU dulu hahaha #LupaAtauBego, jadi ngak paham proses fisika kimia tapi yg penting proses pertambangan nnt ini meminimalis resiko kotor untuk bumi. Semoga bumi kita tetep lestari

  2. Pengalaman yg luar biasa yah,
    Jadi banyak tau dan banyak ilmu mengenai dunia tambang.

    • pengalaman berharga yang harus kita share ke teman-teman dan orang-orang sekitar juga ya San..he5

  3. walaupun di bidang pertambangan ini jauh kaitannya dg latar belakangnya mas adhi, tetapi mas adhi bisa menjelaskan proses diatas dengan detail dan menulisnya dg kata-kata yang mudah dimengerti. Toppp

    • Terima kasih, Wulan.
      Semoga tulisan ini bisa memberikan pemahaman lebih lengkap mengenai aktivitas di dunia tambang.

  4. Hasil jepretanmu lebih menarik perhatian mata, bang. Hoohooo

    • Hahahaha..makasih Ze. Jarang-jarang dapat kesempatan motret di area tambang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *