Laskar Gerhana detikcom: Memaknai Cerita di Balik Gerhana

editmerapi

Almarhumah nenek saya pernah berkisah, dia mengalami suatu peristiwa mencekam. Siang yang benderang perlahan gelap gulita. Matahari meredup, lalu menghilang dari pandangan. Bersama warga desa lainnya, nenek bergegas memukulkan batang alu ke lesung. Piranti yang biasa digunakan untuk menumbuk padi itu dibunyikan berulang hingga menimbulkan suara ritmis bertalu-talu. Mereka percaya, suara itu akan membuat Bathara Kala mengurungkan niatnya menelan matahari lalu memuntahkannya kembali. Sosok raksasa mitikal itu diyakini dapat menimbulkan petaka bagi manusia jika bola api matahari jadi ditelannya. Bagi nenek dan warga di desa kami di pedalaman Jawa Tengah kala itu, gerhana matahari dimaknai sebagai peristiwa mistis yang penuh misteri.

Pemaknaan serupa juga terjadi di belahan dunia lainnya. Bagi masyarakat tradisional Tiongkok, gerhana matahari adalah ketika naga menelan matahari. Naga merupakan simbol suci yang memiliki makna kebahagiaan dan keberuntungan. Hilangnya sinar matahari dianggap sebagai awal bencana. Lain lagi dengan suku Indian Amerika Utara. Mereka percaya matahari ditelan coyote, yaitu serigala liar di pedalaman hutan. Sejak awal peradaban manusia, beragam fenomena antariksa selalu dihubungkan dengan peristiwa mistis yang memicu petaka. Mitos semacam itu muncul karena keterbatasan akal manusia dalam menjelaskan fenomena alam yang tidak mereka pahami.

Kekeliruan dalam menyikapi fenomena gerhana matahari total tidak hanya terjadi pada tataran masyarakat. Pemerintah Indonesia pun melakukan kesalahan dengan menyebarkan informasi yang tidak tepat. Pada 11 Juni 1983, gerhana matahari total melintasi sebagian besar Pulau Jawa. Saat itu pemerintah melarang warga untuk melihat gerhana matahari secara langsung karena dianggap dapat menyebabkan kebutaan. Beragam media publikasi resmi dari pemerintah bertebaran menjelaskan betapa bahayanya gerhana matahari bagi manusia. Alasan itu tidak sepenuhnya benar. Menatap matahari secara langsung, baik saat terjadi gerhana maupun tidak, memang tindakan berbahaya karena akan terjadi pemfokusan cahaya oleh lensa mata yang dapat memicu terbakarnya retina. Namun, dampak itu tidak serta merta terjadi. Hal tersebut terjadi perlahan dan dalam jangka waktu lama.

Pemerintah menjelaskan bahwa cara aman menyaksikan gerhana matahari adalah melalui siaran TVRI yang menayangkan secara langsung pengamatan dari Candi Borobudur. Jadilah masyarakat terkurung di dalam rumah masing-masing, dengan pintu dan jendela tertutup rapat. Informasi yang keliru itu menciptakan gegar budaya soal gerhana di kalangan masyarakat. Saat banyak peneliti, jurnalis, dan wisatawan luar negeri berbondong-bondong datang ke Indonesia demi menyaksikan fenomena gerhana, sebagian besar masyarakat Indonesia justru tidak melihatnya secara langsung. Sungguh sayang. Mereka melewatkan fenomena yang oleh dunia diakui sebagai gerhana matahari total terindah yang pernah diamati umat manusia.

Gerhana matahari sebenarnya adalah fenomena langit yang selalu terjadi setiap tahun. Peristiwa itu terjadi saat posisi bulan tepat satu garis lurus di antara Bumi dan matahari sehingga ada daerah di permukaan Bumi yang tertutup bayangan inti gelap atau dalam istilah sains disebut umbra. Yang membuatnya istimewa adalah tidak semua wilayah Bumi dapat menyaksikannya. Gerhana matahari total akan berulang terlihat kembali di daerah yang sama setelah jangka waktu yang sangat lama. Pulau Jawa misalnya, setelah gerhana matahari total dapat dilihat dari sana pada tahun 1983, diperkirakan penduduk Jawa baru bisa melihat gerhana matahari total lagi pada tahun 2100.

Peristiwa gerhana matahari total menjadi momen langka yang dinanti-nanti. Keseluruhan fase gerhana, dari awal matahari mulai tertutup bulan hingga kembali terbuka, menyajikan atraksi yang menakjubkan. Menjelang matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan atau disebut fase totalitas, perlahan muncul untaian manik mutiara cahaya matahari dari pinggir piringan bulan yang menutupi pinggiran matahari. Manik-manik yang dikenal dengan sebutan Baily’s Beads itu terbentuk karena permukaan bulan tidak rata. Ada gunung dan kawah di permukaan bulan. Cahaya matahari yang menerobos kawah bulan itulah yang membentuk manik-manik cahaya matahari. Dalam detik-detik menuju totalitas gerhana, ada momen sangat singkat di mana cahaya matahari mengelilingi bulatan bulan membentuk pola cahaya yang mirip cincin berlian. Oleh para ahli, momen menawan itu disebut diamond ring.

Puncak peristiwa gerhana matahari total adalah ketika matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan. Suasana akan menjadi gelap, sinar matahari pun meredup. Saat itulah tampak jelas korona matahari, primadona dari fenomena gerhana ini. Matahari tampak sangat besar dan begitu dekat dengan Bumi. Konon, keindahan semesta itu hanya sanggup dideskripsikan oleh mereka yang pernah menyaksikannya secara langsung. Hingga kini korona masih menjadi misteri. Meski redup dan jauh dari fotosfer, yaitu permukaan Matahari yang memancarkan cahaya, suhu korona justru ribuan kali lebih panas dibanding fotosfer. Semakin jauh posisinya dari permukaan matahari, suhu korona semakin panas.

Mengenal gerhana matahari (sumber: www.langitselatan.com)

Mengenal gerhana matahari (sumber: www.langitselatan.com)

Gerhana matahari total akan kembali terjadi pada 9 Maret 2016 mendatang. Gerhana ini terasa istimewa bagi Indonesia karena menjadi satu-satunya negara yang daratannya dilalui lintasan umbra. Lintasan umbra akan mulai terbentuk di suatu lokasi di Samdera Hindia di barat Sumatera, dimulai dari barat lalu bergerak menuju timur. Hal ini disebabkan oleh arah rotasi Bumi dari barat ke timur. Jalur umbra tersebut lantas bergerak melintasi wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Kepulauan Maluku bagian utara, lalu berakhir di Samudra Pasifik. Kota-kota yang beruntung dapat melihat gerhana matahari total antara lain Lubuk Linggau, Palembang, Toboali, Koba, Manggar, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Balikpapan, Sampit, Palu, Poso, Ternate, Tidore, Sofifi, Jailolo, Kao, dan Maba. Maba yang merupakan ibukota Kabupaten Halmahera Timur adalah tempat di mana puncak totalitas gerhana dapat dinikmati dalam waktu paling lama, yaitu kurang lebih 3 menit 20 detik. Secara keseluruhan ada 53 kabupaten dan kota dari 12 provinsi yang akan dilalui lintasan umbra.

Bagi saya, gerhana matahari total ini tidak hanya menarik dimaknai dari sisi sains saja. Peristiwa ini memiliki nilai budaya dan pariwisata yang begitu tinggi. Beberapa daerah yang akan mengalami gerhana matahari total sudah mulai bersiap menyambutnya. Di Palembang, pemerintah bersama masyarakat akan berkolaborasi menghelat Festival Gerhana Matahari. Acara yang dipusatkan di Sungai Musi itu memadukan mitos naga dari kultur Tiongkok dengan sajian barongsai dan kesenian adat lokal untuk menyemarakkan momen gerhana matahari total. Palembang menjadi pilihan menarik untuk berwisata menyaksikan fenomena langka itu. Persiapan menyambut gerhana matahari total di Ternate juga terasa spesial. Penggiat pariwisata di sana membentuk kepanitiaan Ternate Solar Eclipse untuk memudahkan wisatawan menikmati momen gerhana matahari total di pulau rempah nan eksotik itu.

Gerhana matahari total Maret mendatang merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Puluhan ribu pengunjung dari luar negeri akan berkunjung ke berbagai daerah yang dilewati jalur gerhana. Ada tak kurang dari 100 event kepariwisataan dilaksanakan di seluruh tanah air. Hal itu menjadi langkah bagus bagi Indonesia untuk mengenalkan destinasi wisata nusantara sekaligus mendulang devisa.

Kegiatan pariwisata dengan fenomena gerhana matahari sebagai daya tarik utama merupakan bentuk astro-tourism. Berwisata ke destinasi menarik sembari menjadi saksi peristiwa langka tentu merupakan paduan pengalaman yang amat berharga. Bisa jadi gerhana matahari total 9 Maret mendatang adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi kita. Masyarakat di wilayah Indonesia yang berada di luar jalur gerhana matahari total tak perlu berkecil hati. Masih ada kesempatan untuk melihat gerhana matahari sebagaian. Gerhana matahari akan menjadi kisah berharga yang dapat kita ceritakan kepada anak cucu kelak.

Tips menyaksikan gerhana matahari (sumber: www.langitselatan.com)

Tips menyaksikan gerhana matahari (sumber: www.langitselatan.com)

Gerhana matahari total akan terjadi kurang dari satu bulan lagi. Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri menyaksikannya. Tentukan lokasi untuk menyaksikannya bersama keluarga atau kolega. Pastikan tempat pengamatan itu lapang dan tidak terdapat benda yang menghalangi pandangan ke arah timur, gerhana terjadi di waktu pagi. Pada era di mana pertukaran informasi bisa begitu cepat seperti saat ini, setiap orang pasti akan antusias untuk berbagi pengalaman menyaksikan gerhana matahari total. Beragam cerita, foto, dan video tentang gerhana matahari akan bertebaran di blog, media sosial, maupun forum diskusi.

Jangan sampai kesalahan saat gerhana matahari total lebih dari tiga dekade lalu terulang. Masyarakat mendapatkan informasi yang keliru sehingga momen gerhana terlewat begitu saja. Mari bersiap untuk menjadi saksi suatu peristiwa bersejarah yang luar biasa. Sebuah peristiwa yang akan menambah khazanah ilmu pengetahuan juga rasa syukur kita kepada Allah. Pada akhirnya, ketakjuban atas fenomena gerhana matahari total akan menunjukkan betapa kecilnya kita di hadapan Sang Pencipta dan membuat kita lebih bijak memaknai hidup.

Tabik.

Post scriptum:
Tulisan ini disertakan dalam Lomba Laskar Gerhana detikcom “Lomba Laskar Gerhana detikcom”
banner gerhana

Seorang penggemar sego pecel yang hobi jalan-jalan dan berbagi kisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *