Masa Depan Itu Bernama Pariwisata

Suatu ketika saya berbincang dengan seorang pemandu wisata di Lombok. Menurutnya, dua dekade lalu Lombok belum seramai sekarang. Belum banyak wisatawan yang datang dan plesir di pulau itu. Bahkan sang pemandu wisata berujar, ada jokes NTB itu singkatan dari Nasib Tergantung Bali. Lombok hanya jadi destinasi sampingan bagi pelancong yang tujuan utamanya Bali. Kini, Lombok telah jauh berubah dan berbenah. Lombok telah menjadi destinasi utama, bukan lagi tujuan alternatif. Menurut data Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, lebih dari sejuta wisatawan datang ke Lombok pada tahun 2015 kemarin.Dengan penuh percaya diri, sang pemandu wisata kini bisa menyebut NTB singkatan dari Next to be Better.

cover09

Sumbawa dapat mengikuti jejak sukses Lombok di bidang pariwisata. Pulau ini memiliki potensi yang tak kalah menarik untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Setidaknya sudah ada dua destinasi yang dikenal dunia. Pertama, Gunung Tambora dengan kawahnya yang luar biasa akibat letusah dahsyat tahun 1815. Kedua, Pantai Lakey dengan ombaknya yang menjadi incaran para peselancar. Alam Sumbawa menawarkan pesona petualangan alam liar. Banyak tempat baru yang menarik dihampiri.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan Sustainable Mining Bootcamp yang dihelat PT Newmont Nusa Tenggara, saya singgah di beberapa pantai menarik di daerah Sumbawa Barat. Beberapa di antaranya baru pertama kali saya tahu namanya. Salah satunya adalah Pantai Rantung. Pantai ini berada di wilayah Kecamatan Sekongkang. Pantai Rantung belum begitu dikenal oleh wisatawan domestik. Justru wisatawan mancanegara yang lebih akrab dengan pantai ini.

Pantai Rantung memiliki ombak berkarakteristik unik. Para peselancar menyebutnya ombak yoyo. Ombak yang bergulung naik-turun memang seperti putaran permainan yoyo. Beberapa wisatawan asing yang saya jumpai sengaja membawa papan selancar sendiri agar bisa lebih seru menjajal ombak di pantai ini. Di tepi pantai ada beberapa homestay yang cukup nyaman untuk ditempati. Ada sebuah cafe yang dilengkapi dengan permainan seperti meja bilyard dan kursi malas. Pas untuk bersantai. Di sebelah utara pantai, terdapat tebing karang. Jika dilihat sekilas, bentuk karang ini menyerupai moncong hiu. Pada sudut tertentu, bulatan matahari yang terbenam tampak seolah berada di mulut hiu. Pantai Rantung bisa menjadi lokasi hunting foto yang menarik bagi para penggemar fotografi. Aktivitas peselancar yang menenteng papan selancar berlatar langit senja adalah momen yang menarik untuk ditunggu.

Di sisi lain Sekongkang terdapat sebuah pantai yang letaknya tersembunyi. Pantai Lawar namanya. Butuh perjuangan ekstra melintasi jalanan sempit dengan kondisi tidak terlalu bagus untuk mencapai pantai ini. Namun, perjuangan itu seakan terbayar setelah melihat bentang alam Pantai Lawar. Pantai ini dikelilingi tebing curam yang ditumbuhi pepohonan rapat. Benar-benar seperti sedang berada di tempat tersembunyi. Saya jadi teringat pulau tersembunyi di mana Leonardo di Caprio menjelajah tempat terlarang pada film The Beach.

Sayang, saat ini Pantai Lawar belum dikelola dengan baik layaknya destinasi wisata. Sampah kayu yang terbawa ombak teronggok di beberapa tempat. Pengunjung yang berkemah di pantai ini juga meninggalkan sampah plastik begitu saja. Dengan potensi yang dimiliki, Pantai Lawar dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik. Perlu sentuhan dan kerja sama antara pemerintah setempat dengan masyarakat untuk membuat Pantai Lawar lebih akomodatif dan nyaman bagi wisatwan. Kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar pantai juga perlu ditingkatkan.

Menjelajahi pesona Pantai  Lawar

Menjelajahi pesona Pantai Lawar

Bergeser ke Kecamatan Maluk, terdapat pantai dengan nama serupa. Sebelum tambang Batu Hijau dibuka, Pantai Maluk hanya berupa pesisir biasa yang sepi dan jarang dikunjungi. Semenjak tambang mulai beroperasi, kawasan sekitar Pantai Maluk dikembangkan. Lahan ditata, infrastruktur pendukung dibangun, dan masyarakat setempat diberi kesempatan untuk membuka usaha di pantai itu. Kini Pantai Maluk menjadi salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Sumbawa Barat. Di sepanjang pantai berjejer warung yang menjajakan makanan lokal seperti rarit dan pisang goreng sambal. Banyak pengunjung yang datang bersama keluarga atau kolega untuk sekedar bersantai dan berbincang di Pantai Maluk.

Di Pantai Maluk terdapat area konservasi penyu yang dibangun oleh PT NNT sebagai bentuk kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Sebelum ada area konservasi, masyarakat terbiasa mengkonsumsi telur penyu. Pantai-pantai di sekitar Maluk dan Sekongkang memang menjadi lokasi favorit bagi penyu untuk meletakkan telurnya. Setelah bertelur, penyu menutupi lubang tempatnya bertelur lalu kembali ke laut. Telur-telur itulah yang diburu warga. Untuk mengikis kebiasaan yang dapat mengancam kelestarian penyu tersebut, PT Newmont secara persuasif mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan konservasi penyu.

Di area konservasi penyu, ada sebuah bak pasir untuk tempat penetasan telur penyu. Setelah menetas, tukik atau anak penyu akan dipindahkan ke kolam penampungan. Tukik dipelihara hingga usia 6 bulan sebelum dilepaskan ke laut. Bersama anak-anak setempat, kami melepaskan 20 ekor tukik ke laut. Berdasarkan data statistik, dari setiap 1.000 ekor tukik yang dilepaskan, hanya ada satu ekor yang bisa bertahan hingga dewasa dan berkembang biak. Dengan probabilitas yang demikian rendah, tentu upaya pelestarian penyu sangat mendesak untuk dilakukan.

Tukik dilepaskan menuju laut

Tukik dilepaskan menuju laut

Di Kecamatan Jereweh, ada sebuah pantai unik yang oleh masyarakat lokal biasa disebut Pantai Poto Batu. Poto artinya ujung atau semenanjung. Di bagian ujung pantai ini memang terdapat batu karang dengan lubang di tengahnya yang bisa dimasuki wisatawan. Pantai Poto Batu terletak persis di tepi jalan yang menghubungkan Jereweh dengan Taliwang, ibukota kabupaten. Akses yang mudah membuat pantai ini ramai pengunjung, terutama saat sore menjelang senja. Namun sayang, banyak coretan vandalisme di batu karang yang merusak pemandangan pantai.

Kertasari selama ini dikenal sebagai daerah penghasil rumput laut berkualitas tinggi. Masyarakat setempat memanfaatkan wilayah pesisir yang berombak kuat itu untuk membudidayakan rumput laut. Tak hanya ideal dijadikan lahan budidaya rumput laut, pantai di sepanjang pesisir Kertasari juga memiliki panorama yang memanjakan mata. Pasir putih dengan air laut berwarna biru kehijauan menghampar sejauh mata memandang. Saat air laut surut, akan terbentuk gosongan, semacam pasir timbul yang menghubungkan pantai dengan pulau karang di seberang. Sejajar dengan garis pantai, sudah mulai dibangun homestay. Sepertinya geliat pariwisata di Kertasari berpotensi untuk dikembangkan lebih luas.

Pasir putih Pantai Kertasari

Pasir putih Pantai Kertasari

Sumbawa memiliki bentang alam yang tepat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata seperti halnya Bali atau Lombok. Sumbawa Barat selama ini masih mengandalkan perekonomian dari sektor pertambangan. Berdasarkan kontrak karya, operasi PT NNT akan berlangsung hingga tahun 2038. Ketika masa itu datang, tambang akan tutup. Pemerintah dan masyarakat harus bersiap dari sekarang menuju kondisi tersebut.

Potensi yang dapat digali dan dikelola untuk menjadi sandaran ekonomi harus disiapkan sejak saat ini. Pariwisata dapat menjadi solusi ideal. Pengembangan yang dilakukan dari sekarang akan berbuah manis saat tambang sudah benar-benar berhenti. Pariwisata adalah sektor yang menjanjikan dan mendatangkan kesejahteraan apabila dikelola dengan tepat. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, lalu kapan lagi. Kalau tidak ditangani langsung oleh masyarakat dan pemerintah Sumbawa Barat, lalu oleh siapa lagi.

Tabik.

Gua batu di Pantai Poto Batu

Gua batu di Pantai Poto Batu

Batu karang yang mirip mocong hiu di Pantai Rantung

Batu karang yang mirip mocong hiu di Pantai Rantung

Pantai Rantung selepas senja

Pantai Rantung selepas senja

10 Comments

  1. Ceritanya tersampaikan dengan baik, apalagi pas menjelaskan spot2 yang ada di sana. Bahasanya enak jadi bisa terbayang gambaran tempatnya, tapi akan lebih bagus lagi kalau kata2 yang mau dihiperbolkan dimaksimalin lagi biar kaya Andrea Hirata, soalnya terkesan nanggung. Over all, its nice? jadi pengen ke Sumbawa hmm

    • Ayo main ke Sumbawa..

  2. Sumbawa Barat layaknya gadis belia yang sedang belajar bersolek.
    Belajar menggali untuk menampilkan potensinya agar dapat memberi rasa kagum bagi para pengunjungnya.

    • Iya, Pak Yoyok
      Perlu kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk dapat menyiapkan Sumbawa Barat sebagai destinasi wisata yang akomodatif bagi pengunjung

  3. Private island untuk bulan madu wkwk

    • Ide bagus gan..siap direalisasikan

  4. tulisannya provokatif sekali mas, saya kan jadi pengin ke Sumbawa

    • Segera pesen tiket pesawat lalu ambil cuti, gan
      Atau..tunggu taun depan..ikut Newmont Bootcamp
      hahahahaha

  5. Memang cukup menjanjikan jika Sumbawa ini dijadikan destinasi pariwisata.Tinggal bagaimana cara mengolah dengan baik dan mempublikasikannya saja. Untuk dari segi culturenya adakah upacara adat ato perayaan-perayaan yang bisa menarik minat wisatawan untuk ke sana?

    • Iya, potensi di Sumbawa sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

      Dari sisi kultur, ada festival bau nyale yang digelar tiap tahun. Festival itu diadakan di pantai-pantai selatan Sumbawa dan Lombok. Saat festival berlangsung, banyak wisatawan yang datang dan ikut dalam kemeriahan upacara berburu cacing laut itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *