DoME #8: Di Penghujung Kegiatan Sustainable Mining Bootcamp

Pagi ini kami bangun lebih awal dari biasanya. Kami bergegas mengemasi barang-barang dan segera meninggalkan mess di townsite. Hari kedelapan ini merupakan hari terakhir kami berada di tambang Batu Hijau. Setelah sarapan, kami menuju ke konter pemeriksaan di Pelabuhan Benete. Di sana kami mengembalikan ID card, menyerahkan ransel untuk diperiksa petugas melalui X-ray, dan memperoleh boarding pass untuk penyeberangan ke Pelabuhan Kayangan di Lombok.

cover DoME8

Kantuk masih lumayan mendekap saat saya memasuki kabin kapal cepat Tenggara Satu yang akan membawa saya menyeberangi Selat Alas. Diskusi semalam rupanya membuat saya terjaga hingga larut malam.

Malam sebelumnya seluruh peserta bootcamp berkumpul di aula untuk mempresentasikan hasil kegiatan hari-hari sebelumnya sekaligus berdiskusi dengan perwakilan dari PT Newmont. Kami dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan lokasi di mana kami tinggal bersama masyarakat. Kelompok pertama adalah mereka yang menginap di Sekongkang, sementara kelompok kedua di Maluk.

Kelompok pertama memaparkan presentasi bertajuk “Newmont: Saat Janji Berbuah Sangsi”. Ada tiga pokok ide yang disoroti, yaitu adanya kecemasan di kalangan masyarakat manakala PT Newmont sudah tak lagi beroperasi, sektor wirausaha sebagai penopang ekonomi masyarakat, serta upaya membangun jaringan komunikasi secara lebih efektif antara PT Newmont dengan masyarakat lingkar tambang.

smb8_03

Kelompok dua membandingkan aspek mining experience, process experience, environment experience, serta CSR experience antara sebelum dengan sesudah mengikuti kegiatan bootcamp. Pada aspek mining experience misalnya, sebelum mengikuti bootcamp, yang ada dalam benak peserta adalah PT Newmont merupakan pabrik emas dengan hasil akhir berupa emas batangan. Setelah mengikuti bootcamp, barulah kami tahu kalau output akhir dari perusahaan ini adalah konsentrat dengan kandungan terbesarnya adalah tembaga sebanyak 25-30%.

Tepat pukul 08.00 kapal cepat Tenggara Satu meninggalkan dermaga. Cuaca cerah, ombak pun tenang. Perbukitan di sekeliling Teluk Benete tampak seperti berselimut beludru hijau oleh rimbunnya vegetasi. Langit tampak biru dengan awan putih yang berarak. Kondisi seperti ini membuat saya percaya bahwa kegiatan pertambangan bisa dijalankan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

smb8_02

Gunung Rinjani tampak semakin dekat. Kami kembali ke Pulau Lombok setelah menempuh penyeberangan sekitar dua jam. Dengan menggunakan bus, kami bertolak menuju Mataram. Setelah delapan hari berada di tambang Batu Hijau dengan segala aktivitasnya, rasanya masih ingin tetap berada di sana lebih lama. Masih banyak hal yang ingin kami pelajari dan kami gali lebih dalam. Namun, keterbatasan waktulah yang membuat kami harus mengakhiri rangkaian kegiatan bootcamp.

Tak dapat dipungkiri, melihat dan terlibat secara langsung dengan kegiatan di Batu Hijau telah mengubah perspektif saya terhadap dunia tambang. Semua data dan bukti di lapangan membuat saya bisa lebih berimbang dalam menilai. Seperti halnya semua bidang industri, pertambangan selalu memiliki sisi positif dan negatif. Yang lebih penting adalah, bagaimana kedua hal tersebut bisa disikapi secara proporsional.

Salam

Mengamati tambang dari dekat

Mengamati tambang dari dekat

smb8_05

Seorang penggemar sego pecel yang hobi jalan-jalan dan berbagi kisah

6 Comments

  1. Tambang mmg selalu memiliki dampak posotif dan negatif, tinggal bagaimana kita melaksanakan pertambangan yg bertanggung jawab

    • Yang penting tetap berorientasi untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan tidak melupakan tanggung jawab terhadap lingkungan.

  2. yang penting bisa dapet ijin cuti jadi bisa ikut bootcamp. ha2..

    • hahahaha..iya mas.
      dari kantor ngasih izin dengan syarat bikin liputan khusus tentang kegiatan bootcamp buat laporan, ada kebetulan bidang yang sama dengan lingkup kerjaan kantor

  3. Again, pemandangannya (terutama langitnya) paling mantap.

    • Langit Sumbawa memang istimewa, bersih banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *