DoME #7: Merintis Usaha Mandiri Menuju Sejahtera

Tak hanya alam yang indah, wilayah Kabupaten Sumbawa Barat juga dikarunia berbagai hasil bumi yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hamparan perkebunan kelapa dan garis pantai dengan ombak yang cocok untuk budidaya rumput laut adalah dua di antaranya. Setelah pada hari sebelumnya para peserta bootcamp mengunjungi kawasan Sekongkang dan Maluk, pada hari ketujuh ini kami bertandang ke Jereweh dan Taliwang. Daerah-daerah itu berada dalam kawasan lingkar tambang PT Newmont sehingga upaya pemberdayaan ekonomi masyarakatnya menjadi salah satu program CSR perusahaan.

cover DoME 7

Kami memerlukan sekitar satu jam perjalanan menggunakan bus untuk sampai di Jereweh. Tujuan kami adalah lokasi pembuatan virgin coconut oil (VCO) yang baru saja dirintis oleh kelompok usaha di sana. VCO atau minyak kelapa murni ini merupakan bahan dasar dalam pembuatan beragam produk kosmetik maupun obat-obatan. Selama ini Jereweh dikenal sebagai daerah penghasil kelapa di Kabupaten Sumbawa Barat sehingga prospek pengembangan usaha VCO di sana cukup menjanjikan. Apalagi dalam waktu dekat akan ada sebuah manufaktur kosmetik yang beroperasi di sana. Permintaan VCO sebagai bahan baku produksi adalah peluang ekonomi yang harus segera digarap.

Pada awal tahun 2016 ini, Pak Suhadi bersama 3 kelompok usaha yang beranggotakan 15 orang memulai usaha pembuatan VCO. Sebelumnya, mereka telah mendapat pelatihan mengenai cara memproduksi VCO. Mereka juga telah mendapatkan bantuan dari PT Newmont berupa alat-alat produksi seperti mesin parut, mesin peras, serta modal usaha. Bahan baku berupa buah kelapa segar dibeli dari petani lokal dengan harga Rp 1.000 per buah di pohon atau Rp 2.200 per buah siap antar. Untuk membuat setiap liter VCO diperlukan setidaknya 30 buah kelapa. Dalam satu minggu, mereka sanggup menghasilkan sekitar 26 liter VCO dengan harga jual Rp 60.000 per liter.

VCO dikemas dalam jerigen berukuran 5 liter

VCO dikemas dalam jerigen berukuran 5 liter

Sampel produk VCO dari kelompok usaha di Jereweh ini telah dikirim ke laboratorium IPB untuk diuji kualitasnya. Sebagai contoh, kadar air maksimal yang ditoleransi adalah sektar 0,2%. Jika lolos uji, kelompok usaha tersebut akan memperoleh sertifikasi mutu sehingga bisa memproduksi VCO dalam skala lebih masif.

Komoditas lain yang menjadi andalan Kabupaten Sumbawa Barat adalah rumput laut. Desa Kertasari di pesisir Taliwang merupakan sentra budidaya rumput laut dengan kualitas tinggi. Warga di desa itu sudah mulai membudidayakan rumput laut sejak dua dekade yang lalu. Mayoritas warga Kertasari adalah pendatang berdarah Makassar atau Bugis sehingga memiliki kultur mata pencaharian yang erat dengan laut, misalnya budidaya air laut.

Menurut salah seorang petani rumput laut yang kami jumpai, Pak Abdul Hamid, jenis rumput laut yang dibudidayakan di Kertasari adalah Eucheuma cottonii. Jenis ini biasanya dimanfaatkan untuk bahan baku kosmetik, obat-obatan, dan makanan. Rata-rata sekali siklus masa tanam rumput laut adalah satu hingga satu setengah bulan. Dalam setahun para petani bisa panen sekitar 5 kali. Ada periode di mana mereka tidak menanam rumput laut, misalnya pada bulan April saat peralihan menuju angin timur atau bulan Oktober saat peralihan menuju angin barat. Pada masa pancaroba tersebut, arus laut cenderung lemah sehingga batang rumput laut akan cenderung tidak bergerak dan lama kelamaan tertutup pasir atau kotoran lalu mati. Rumput laut memang membutuhkan arus yang kuat agar batangnya senantiasa bergoyong sehingga terbebas dari kotoran. Para petani mengikat rumput laut dalam seutas tali sepanjang 10 hingga 12 meter yang dikenal dengan satuan ris. Tiap ris akan menghasilkan 1 kg rumput laut. Setiap keluarga umumnya membudidayakan setidaknya 300 ris. Setiap anggota keluarga, termasuk anak-anak, terlibat dalam proses budidaya rumput laut di lahan keluarga.

Pak Agus, salah seorang petani rumput laut sedang mengangkut hasil panennya

Pak Agus, salah seorang petani rumput laut sedang mengangkut hasil panennya

Hasil panen rumput laut dari para petani Kertasari ditampung dalam gudang penyimpanan yang disediakan oleh pemerintah daerah. Hal tersebut untuk menjaga stabilas harga jual rumput laut. Harga transaksi yang digunakan oleh para pengepul dan petani didasarkan pada harga pasar. Jika harga sedang bagus, setiap kuintal rumput laut kering dibanderol hingga Rp 1 juta. Akan tetapi, ketika kondisi sedang kurang bagus, harga bisa merosot sampai Rp 700.000 per kuintal. Seringkali fluktuasi harga membuat petani merugi karena biaya produksi tidak tertutupi dari penjualan hasil panen.

Pemerintah bekerja sama dengan PT Newmont dan beberapa organisasi nirlaba telah melakukan pembinaan terhadap para petani rumput laut Kertasari. Bentuknya antara lain berupa penyediaan benih, penyuluhan, hingga fasilitasi dalam penyimpanan dan pengangkutan hasil panen. PT Newmont pernah menjadi penjamin dana pinjaman dari World Bank. Dana tersebut disalurkan kepada petani rumput laut sebagai modal usaha.

Saat istirahat makan siang, kami dijamu dengan bermacam hidangan yang berbahan dasar rumput laut. Ada sayur urap, yaitu rumput laut direbus sebentar hingga agak lunak, lalu dicampur dengan tauge dan parutan kelapa bercampur bumbu. Favorit saya adalah es rumput laut. Minuman itu terbuat dari potongan rumput laut dikombinasikan dengan kelapa muda dan nanas, lalu diberi kuah air santan yang diaduk dengan gula aren kental. Pas sekali dinikmati di tengah panas terik cuaca Kertasari.

Sayur urap berbahan utama rumput laut

Sayur urap berbahan utama rumput laut

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul industri rumahan di Kertasari yang mengolah rumput laut menjadi produk dengan nilai jual lebih. Adi Putra Maulana misalnya, pemuda asli Kertasari itu merintis usaha pembuatan dodol, stik, dan tortila dengan bahan baku rumput laut. Produknya sudah mendapat sertifikasi dari dinas kesehatan setempat. Pemasaran produk tersebut sudah sampai Mataram. Semangat seperti inilah yang diharapkan dapat menggerakkan masyarakat Kertasari untuk memberi nilai tambah pada rumput laut hasil budidaya mereka.

Dari Kertasari, kami singgah di kawasan Kemuteran Telu Center atau sering disebut KTC. Pusat pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat ada di kompleks yang berbentuk oktagon ini. Tepat di bagian tengah KTC, dibangun Tugu Syukur yang merupakan simbol rasa syukur masyarakat atas terbentuknya kabupaten hasil pemekaran itu. Posisinya berada di antara Gedung Graha Fitrah yang menjadi kantor bupati dan Mesjid Agung Darussalam. Apabila ditarik garus lurus yang melalui tiga bangunan tersebut, akan tercipta garis imajiner yang mengarah ke Ka’bah di Mekah, kiblat bagi umat muslim seluruh dunia.

Mesjid Agung Darussalam

Mesjid Agung Darussalam

Sebelum senja kami sudah kembali menuju townsite di Batu Hijau. Hari ketujuh ini merupakan kegiatan terakhir kami mengunjungi daerah lingkar tambang. Hasil pengamatan tersebut kami rangkum dalam suatu pemaparan yang disampaikan kepada PT Newmont sebagai masukan dan perbaikan dalam menjalankan program CSR kepada masyarakat.

Dari Jereweh dan Taliwang, kami belajar mengenai usaha berbasis kelapa dan rumput laut. Alam Sumbawa Barat telah memberikan bahan-bahan unggulan yang siap diolah tangan-tangan terampil masyarakat. Pengembangan VCO dan budidaya rumput laut adalah sesuatu yang berkesinambungan. Usaha ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, berbeda dengan bidang pertambangan yang memiliki batas periode ekonomis. Tentu saja, perlu pendampingan dan bantuan dari pemerintah maupun pihak-pihak lain agar tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Tabik

Kaum ibu di Kertasari juga membuat kain tenun khas Sumbawa

Kaum ibu di Kertasari juga membuat kain tenun khas Sumbawa

Proses penjemuran rumput laut

Proses penjemuran rumput laut

Perkebunan kelapa milik masyarakat Jereweh

Perkebunan kelapa milik masyarakat Jereweh

Taliwang sebelum senja

Taliwang sebelum senja

Seorang penggemar sego pecel yang hobi jalan-jalan dan berbagi kisah

8 Comments

  1. Ciamikkkk

    • siap gan

  2. Tulisan yang membuka jendela ilmu kita akan kekayaan nusantara. Ternyata banyak hal yang bisa kita olah dari kekayaan ini untuk kemajuan masyarakat Indonesia.

    • Yang paling penting adalah kekayaan alam itu dikelola dengan cara-cara yang aman dan sesuai standar. Hasil dari pemanfaatan sumber daya alam itu juga diutamakan untuk kepentingan negara dan rakyatnya, bukan untuk pihak-pihak tertentu.

  3. And again, hasil jepretannya bagus banget.

    • Hehehehe..makasih Ze

  4. Ak penasaran sama urap rumput lautnya. Mirip kayak urap2 yang di Jawa gitu gak sih?

    • Secara umum mirip kok. Sayuran yang direbus bentar lalu diberi bumbu parutan kelapa. Rumput lautnya direbus bentar lalu dicampur dengan sayuran itu. Kandungan seratnya lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *