• Danau Segara Anak, Gunung Rinjani
  • Para penunggung kuda dari Tengger
  • Aktivitas di Tambang Batu Hijau
  • Garis pantai Pulau Lombok

Adhi Kurniawan

Latest Posts Under: Travelouge

Mesjid Cheng Ho

Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, kebaikan bagi semua. Maka ketika Islam masuk ke Nusantara, ajarannya disampaikan dengan damai dan elegan. Paham baru yang masuk tidak merombak tatanan sosial masyarakat. Nilai-nilai Islam disisipkan dalam aspek kehidupan berkolaborasi dengan budaya yang sudah ada sebelumnya. Salah satu bentuk akulturasi Islam dengan budaya lokal dapat disimak pada Mesjid Menara Kudus. Masjid yang dibangun atas prakarsa Sunan Kudus itu secara nyata menampakkan penggabungan nilai Islam, Hindu-Budha, dan Jawa pada bentuk arsitektur bangunan. Di era modern ini, kombinasi arsitektural lintas budaya dapat dilihat pada Mesjid Muhammad Cheng Ho di Pandaan. Sebuah… Read Article →

Singkarak

Saat lelah setelah menempuh perjalanan darat yang jauh, biasanya para pengemudi lintas Sumatera menepikan mobilnya. Warung makan yang tersebar di pinggir jalan menjadi pilihan utama untuk melepas penat. Beristirahat sekaligus memanjakan mata melihat panorama danau dari beranda belakang. Keindahan danau ini memang sudah termasyur, bahkan namanya dijadikan nama balap sepeda kelas internasional. Tour de Singkarak Kami menjelajah Sumatera Barat bersamaan dengan pelaksanaan balap sepeda Tour de Singkarak. Total ada tujuh etape dalam lomba tahun ini. Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, balapan tahun ini mengambil garis start di Bukittinggi dan berakhir di Padang. Traveling bertepatan dengan… Read Article →

drama-musikal-ariah

Saat membahas kisah epik Betawi, selama ini mungkin kita hanya mengenal tokoh Pitung atau Jampang. Dua jagoan Betawi yang melegenda dan diceritakan turun-temurun. Barangkali pula jarang di antara kita yang mengenal Ariah. Sosok wanita pembawa perubahan dan pencerahan bagi kaumnya yang saat itu hidup dalam penindasan. Perempuan Betawi yang berjuang mempertahankan martabat dan kehormatannya. The Great Showtime Adalah seniman kenamaan Atilah Soeryadjaja dan Jay Subiyakto yang menggagas pertunjukan drama tari dan musik kolosal berjudul Ariah. Rupanya keberhasilan Atilah dan Jay dalam mementaskan drama tari Matah Ati di Jakarta dan Solo tahun lalu menarik minat Jokowi… Read Article →

Pagaruyung monochrome

Ada empat unsur utama dalam serial animasi Avatar yang terkenal : Suku Air, Kerajaan Bumi, Pengembara Udara, dan Negara Api. Masing-masing hidup tenang dan damai. Semua berubah ketika Negara Api menyerang. Namun tulisan kali ini tidak akan membahas Negara Api dalam sekuel kartun Avatar. Istana Api dalam tulisan ini adalah kisah istana peninggalan kerajaan lama yang beberapa kali terbakar. Kerabat Majapahit Meski berada di pedalaman Sumatera Barat yang jauh dari Kerajaan Majapahit di Jawa Timur, Kerajaan Pagaruyung memiliki hubungan erat dengan Majapahit. Adityawarman, salah seorang raja Pagaruyung, adalah kerabat dekat keluarga raja Majapahit. Adityawarman dan… Read Article →

Saya yakin, angle seperti ini sudah jutaan kali digunakan

Alif gundah. Meski nilai ujian akhirnya bagus, dia tidak bisa melanjutkan ke sekolah impiannya. Sang Mamak berkehendak lain. Bukan SMA favorit di ibukota provinsi yang dipilih untuk Alif, tetapi justru madrasah aliyah di kota kecil dekat kampung halaman. Kalau anak-anak cerdas tidak ada yang mau menimba ilmu di madrasah, lalu siapa yang akan berjuang di jalan dakwah membela Dien. Begitu alasan Mamak. Kegalauan itu dibawa Alif bersepeda ke danau, memarkir sepedanya, lalu melompat ke air. Berenang dan terus berenang, berharap air danau membilas hilang kesedihannya. Ketika dia beranjak dan duduk di tepi danau sambil memandang… Read Article →

Sawah berlatar tebing batu

Terletak di antara Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, membuat Bukittinggi memiliki iklim sejuk cenderung dingin. Poin tambahan untuk kota yang memperkenalkan diri sebagai kota wisata itu. Beberapa spot panoramic pun tersebar di penjuru kota. Mulai dari bentang alam yang menawan, taman kota yang monumental, hingga bangunan-bangunan unik yang menjadi landmark kota. Illustrated Valley Saya tidak sengaja menemukan litografi Ngarai Sianok. Dalam litografi yang dirilis oleh Tropen Museum, Belanda itu digambarkan suasana ngarai sekitar tahun 1870-an. Ilustrasi visual Ngarai Sianok memperlihatkan patahan permukaan bumi dengan dasar berupa aliran sungai yang membelah lembah. Lukisan sketsa tersebut memberikan… Read Article →

edit04a

Bukittinggi tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang Indonesia. Ada banyak tempat, tokoh, dan peristiwa penting yang menyusun rangkaian utuh sejarah republik ini. Mengunjungi Bukittinggi adalah saat yang tepat untuk mengingat kembali puzzle itu. Situs Historis Pada masa kolonial Belanda, Bukittinggi merupakan salah satu pusat pemerintahan di wilayah Sumatera. Dengan perannya yang strategis inilah Belanda memiliki kepentingan untuk dapat mempertahankan Bukittinggi selama terjadi Perang Paderi. Alasan tersebut mendorong Belanda membangun Benteng Fort de Kock pada tahun 1825 setelah sebelumnya membangun Benteng Fort van der Capellen di Batusangkar. Basis perlawanan kaum Paderi pada saat itu memang berpusat… Read Article →

edit18ab

Selama mendaki Kerinci, kami tinggal di Desa Kersik Tuo Kecamatan Kayu Aro. Desa yang terletak di tengah hamparan kebun teh ini biasa digunakan para pendaki untuk singgah sebelum memulai pendakian. Di sana kami menumpang di rumah Bu Jasnawati, seorang wanita menjelang limapuluhan yang hidup bersama dua anaknya. Salah satu anak Bu Jasna yang bernama Heru menjadi teman ngobrol kami selama empat hari di Kersik Tuo. Rumah Belanda Rumah milik Bu Jasna cukup unik. Penduduk sekitar menyebut rumah ini sebagai rumah belanda. Rumah ini satu-satunya rumah kayu peninggalan jaman kolonial yang masih kokoh berdiri dan mempertahankan… Read Article →

Seduhan mantap daun teh kelas dunia

Predikat sebagai gunung vulkanik tertinggi di Indonesia tidak lantas membuat Gunung Kerinci menjadi daya tarik utama Kayu Aro di Provinsi Jambi. Teh hitam lah yang menjadi pesona sejati daerah ini. Adalah kolonial Belanda yang kali pertama mengekspansi Kayu Aro. Melalui perusahaan yang bernama NV Handle Verininging Amsterdam, mereka membabat hutan di kaki Kerinci untuk dijadikan perkebunan teh pada tahun 1925. Pada waktu itu, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perkebunan teh, perusahaan mendatangkan para petani dari Jawa. Mereka dikontrak sebagai pekerja kasar untuk menggarap kebun teh. Para petani inilah yang menjadi generasi pertama komunitas Jawa… Read Article →

Scroll To Top